[SINOPSIS] GOBLIN EPISODE 2 PART 2
SINOPSIS “GOBLIN” EPISODE 2
PART 2
By: Hana @oRange MapLe
All Pict © tvN
Previously:
Berita hari itu menjelaskan hujan badai di daerah Seongbuk dong (Bisa
jadi itu kelakuan Goblin karena ia sedang bersedih atau lainnya) Deok Hwa ke kamar
Goblin dan bertanya keadaan Goblin. Goblin berbaring, dengan tanpa menatap Deok
Hwa, Goblin mengatakan “Deok Hwa, ada yang
harus kukatakan, tentang rahasia keluargamu dan nasib tragisku….. Sebenarnya
aku…” namun deok Hwa langsung memotong “Goblin?
atau tentang hal lain” Goblin
langsung terkejut dan duduk “Sejak kapan
kau tahu?” Deok Hwa menceritakan cerita saat usianya 6 tahun….
Flashback
(Deok Hwa Umur 6 tahun)
Goblin mabuk dan bisa
mengeluarkan emas. Ia memegang sebuah pedang besar, Deok Hwa bertanya “Wah… apa aku bisa mendapatakan ini?”
Goblin menjawab dengan senyum mengejek “Tidak
boleh”
Flashback
End
“Saat itulah aku tahu kalau paman
bukan pamanku” kata Deok Hwa, Kemudian Goblin melayang sambil tetap duduk ke
atas memarahi Deok Hwa “Kau bilang kau
tahu aku Goblin sejak usiamu 6 tahun” Deok Hwa menjawab “Eoh” Goblin melajutkan “Tapi kau selalu tidak sopan padaku”, “Eoh… Pak” kata Deok Hwa sambil nyengir
diikuti suara petir.
Di restoran tempat kerja Eun Tak
menayangkan TV berita tentang Badai yang terjadi hanya di daerah Seongbuk-Dong,
dan peringatan hujan deras di Seoul dan Gyeonggi, juga jalanan yang licin. Eun
Tak mendengarkannya sambil mengelap meja,
Sunny seperti biasa duduk santai
makan Kacang. Sunny mengatakan kalau hujan itu indah, Namun kata Eun Tak tak
ada pelanggan yang datang kalau hujan. Sunny mengelak kalau ada badai atau
tidak pelanggan tak ada yang ke restorannya. Eun Tak bergumam kalau ia tak
punya payung, Sunny menyuruhnya mengambil payungnya tanpa mengembalikan. Eun Tak
berterima kasih. Sunny mengatakan kalau ia menginginkan payung dalam hidupnya.
Kacang Sunny sudah tak garing dan ia mau pergi, ia menyuruh Eun Tak untuk
bersantai dan melarangnya bekerja selagi tak ada dirinya ((Enak banget kerja di
Resto ini, wkwkwk))
Sunny pergi ke Peramal, Sang
peramal menceritakan tentang saudaranya yang kembar 3. Peramal itu menebak
kalau ia sedang tak punya pelanggan, Namun Sunny sudah tahu, Peramal
melanjutkan kalau Sunny hidup menyedihkan tanpa saudara, Sunny bertanya
bagaimana Peramal bisa tahu, Kata Peramal Sunny seperti berada dalam perahu di
lautan yang luas, Sunny berharap ada di perahu dengan laki-laki tampan, dia
melihat ada laki-laki dalam hidup Sunny, Peramal menyuruh Sunny menjauhi pria
bertopi lebar berwarna hitam. Sunny berharap kalau laki-laki itu tampan sambil
tersenyum.
Dialah lelaki tampan tersebut,
Malaikat Maut, sedang bersiap bertugas sepertinya, Goblin menanyakan Malaikat
Maut mau kemana, Malaikat Maut menjawab kalau ia mau meLoundry Topi hitam
lebarnya, Ia bahkan menunjukkan tag di Topinya “Dry Cleaning Only”
Goblin mengejek kalau Topinya aneh, “Jangan
mencari kematian, kematian yang akan menjemputmu”
Malaikat maut menjelaskan maksud topi itu Sambil menunjuk Goblin, “Mereka yang sudah mati mengenaliku dengan
ini, melindungiku dari manusia” Goblin merasa senang karena Malaikat Maut tak
terlihat manusia, karena topi itu memalukan menurut Goblin (Goblin menggoda
Malaikat Maut). Malaikat Maut kemudian pergi.
Goblin terlihat sedang menunggu
seseorang, Ya, dia menunggu panggilan Ji Eun Tak, ia bahkan menaruh buku di pangkuannya
agar terlihat kalau ia suka baca buku di depan Eun Tak, Namun Eun Tak tak
memanggilnya,
Eun Tak di sekolahnya
melaminating daun Maple ia duduk dengan Hantu Siswi, Hantu itu menyuruh Eun Tak
menyetrikanya namun Eun Tak tak mau karena daun itu akan diberikan pada orang, “Siapa orang itu? Hei apa kau punya pacar?” Eun
Tak mengelak. Eun Tak bilang kalau ia mau berterima kasih karena telah
dicarikan pekerjaan, Hantu itu memikirkan kalau orang itu bisa saja berfikiran
lain, tapi kata Eun Tak Orang itu bahkan tak mengabaikannya.
Eun Tak duduk di taman memegang
Daun Maple yang sudah dilaminating, ia memanggil Goblin dengan Meniup korek
api. Namun yang muncul malah Malaikat Maut.
Eun Tak pura-pura tak melihatnya
dengan mengatakan kalau Syalnya ketinggalan lalu lari, Malaikat Maut langsung
berada di depannya “Kau tak usah
membodohiku, aku tahu kau bisa melihatku” Kata Malaikat Maut tak ada yang
bisa menolongnya, Malaikat Maut berkata kalau ia sudah mencari Eun Tak selama
10 tahun kemudian menemukannya, Eun Tak marah dan mengatakan kalau Malaikat
Maut itu Stalker dan mau menuntut Malaikat Maut. Tapi kata Malaikat Maut Eun
Tak adalah Jiwa yang tersesat. Lalu Eun Tak bertanya apa dia akan mati. Malaikat Maut penasaran dengan bersama siapa
Eun Tak sekarang.
Goblin
datang, Eun Tak menutup pandangan Goblin dan mengatakan kalau ada Malaikat
Maut, Tapi Goblin melepaskan tangan Eun Tak,, kata Goblin ia sudah bertemu,
dengan Malaikat Maut.
Goblin menanyakan apa Malaikat Maut sedang bertugas,
Malaikat Maut mengatakan benar, tapi ia tak mengerti apa yang dilakukan Goblin.
Kata Goblin ia sedang ikut campur dengan kehidupan manusia, Malaikat Maut
mengatakan kalau ia membuat kesalahan “Gadis
ini harusnya mati 19 tahun lalu” Goblin menatap Malaikat Maut diiringi
suara petir.
Goblin berbicara pada Malaikat Maut dengan telepati “Apa kau tak belajar memperhatikan saat
Goblin bicara serius? Hati-hati, mungkin aku juga akan ikut campur dengan
kehidupan dan kematianmu”. Eun Tak
meminta pergi dan kabur, tapi Goblin berkata kalau tidak apa-apa disana,
Malaikat Maut tak bisa membawa Eun Tak. Kata Eun Tak Malaikat Maut sudah
mencarinya selama 10 tahun “Tak masalah
jik ia mencarimu selama 100 tahun, bahkan Malaikat Maut pun tak akan bisa
membawa Gadis yang akan menikah dengan Goblin” ((Aigoooo… So Sweet))
Malaikat Maut bertanya apa dia… “Benar,
aku Pengantin Goblin yang terkenal itu” potong Eun Tak. Dan bertanya apa
Malaikat Maut masih mau membawa Eun Tak. Malaikat Maut kemudian pamit dan
pergi.
Goblin
mengatakan apa Eun Tak mau bertanya, “Kau
ini Goblin kan? Kenapa bohong?” Goblin mengatakan kalau ia pikir tak akan
bertemu lagi dengan Eun Tak, lalu menjelaskan kalau hanya Eun Tak yang bisa
melewati pintu ke Kanada waktu itu, Eun Tak menanyakan kedepannya, tapi kata
Goblin ia tak harus mengoreksi dirinya sendiri. Eun Tak akan pernah menjadi
pengantin Goblin. Eun Tak terlihat sedih. Dan bertanya apa
dirinya sebenarnya. Ia bercerita kalau ia selalu diganggu hantu yang minta
bantuan dirinya, Malaikat Maut mengatakan kalau Eun Tak harus hidup baik saat
hidup. Tapi Goblin malah mengatakan kalau itu beban Eun Tak sejak lahir dan tak
usah bercerita padanya “Kejam” kata
Eun Tak. Eun Tak marah “Kau pikir aku
akan menikah dengan Goblin?, katakan padaku pasti ada alasan lain kan?”
Eun Tak
mengatakan apa karena dirinya tak cantik dan tidak pantas menjadi pengantin
Goblin karena bukan tipe Goblin, “Bukan”
kata Goblin, “Kau cantik” ia
melanjutkan “Aku sudah hidup lebih dari
100 tahun dan bukan mencari yang cantik, tapi yang melihat sesuatu dari diriku”
itulah sebabnya menurut Goblin Eun Tak bukan pengantinnya karena tak bisa
melihatnya, “Itu sebabnya kau tak
berharga bagiku” Eun Tak mengatakan kalau kata-katanya lugas dan
menyakitkan. Tapi Goblin menyuruh Eun Tak tak bersedih. Harusnya bersyukur “Karena kalau melihat sesuatu dalam diriku,
kau pasti membenciku” Goblin menyuruh Eun Tak tak memanggilnya jika tak
penting karena ia akan pergi, Eun Tak marah
“Siapa bilang aku ingin menjadi pengantinmu? Aku tak akan memanggilmu lagi, kau
jalani saja kehidupanmu, aku tak membutuhkanmu” Eun Tak kemudian pergi.
Namun berbalik tapi Goblin sudah menghilang.
Goblin
pulang ke rumah ditanya Malaikat Maut apa ia kan pergi, karena jika ada
pengantinnya, Goblin akan mati. Goblin menjawab kalau Eun Tak tak melihat
pedangnya, Malaikat Maut malah menggoda katanya Eun Tak mungkin bisa melihatnya
kalau Goblin telanjang. Goblin menyuruh Malaikat Maut tidak mendekati Eun Tak,
Malaikat Maut bertanya, kenapa, Eun tak bahkan tak bisa melihat pedangnya. Goblin
meminta Malaikat Maut mengucapkan selamat karena akan tetap tinggal di rumah
itu, Malaikat Maut menyuruh Goblin ke tempat lain, Goblin mengatakan kalau
sangat mudah menyingkirkannya, dan menunjukkan pintu keluar.
Di kamarnya,
Goblin sedih, Eun disaat bersamaan, di perpustakaan Eun Tak juga sedih,
Keesokan
harinya, Eun Tak berusaha mencari data tentang Goblin di Toko Buku, ia membaca
buku bergambar anak-anak, ada anak kecil menegurnya, dan menyerahkan buku
berjudul “Goblin yang berwarna” Eun Tak berterima kasih.
Eun Tak
mengingat pertengkarannya dengan Goblin. Ia mengatakan kalau tak akan memanggil
Goblin lagi dan menaruh Daun Maple di dalam buku bergambar dan meletakkannya
ngasal, seseorang mengambil buku tersebut.
Di rumah
Goblin, Goblin melihat asap, dan bersiap pergi tapi tak ada apa-apa, ternyata
itu asap dari rokok deok Hwa, Goblin menegur Deok Hwa, Deok Hwa minta maaf lalu
lari.
Di ruang
tengah, Goblin sedang sedih ada asap di sekitarnya, Malaikat Maut bertanya pada
Deok Hwa apa yang terjadi dengan Goblin (Deok Hwa belum tahu kalau itu Malaikat
Maut) “Udaranya jadi lembab”, lalu
menoleh ke Malaikat Maut “Paman Penyewa
rumah tak membuat menjadi lebih baik” Goblin usil dengan tangan ajaibnya memasang Shower cap di
kepala Malaikat Maut, (Sumpil, scene ini ngakak lihat ekspresi Malaikat Maut)
Malaikat
Maut menghampiri Goblin, ada api biru di sekitar Goblin, dan bertanya tentang
awan, Goblin bernapas dan keluar asap. Deok Hwa melarang menurunkan hujan,
karena tak ingin membersihkan kotorannya, “Pasti
soal gadis, itu wajah pria sehabis bertengkar dengan wanita setelah 300 tahun
dan menyakitinya” kata Malaikat Maut. “Mana? Apa? Aku melakukan apa?” kata
Goblin,
Malaikat
Maut mengatakan kalau sepertinya sepasang kekasih bertengkar. Dan putus. “Heol Daebak, Paman punya kekasih? Cantik?”
Tanya Deok Hwa, “Usianya 19 tahun” sambung Malaikat Maut, “Heol Daebak? Apa dia cantik?” tanya Deok Hwa. Tapi Goblin mengelak
kalau dia sedang belajar harga saham.
“Jaga ucapanmu Malaikat Maut” Deok Hwa terkejut karena menyebut Malaikat
Maut “Jangan remehkan kekuatan Malaikat
Maut melihat masa depan” Deok Hwa takut-takut melihat Malaikat Maut.
Malaikat Maut bersikeras kalau Goblin memang memikirkan Eun Tak.
Deok Hwa
mengatakan kalau lelaki harusnya minta maaf kalau melukai perasaan wanita,
Goblin berkata kalau Deok Hwa tak mengerti karena masih muda, “Banyak alasan” potong deok Hwa,
Malaikat Maut pergi mengatakan kalau Goblin menyedihkan, Deok Hwa terus
mendesak agar goblin minta maaf. “Jadilah
seperti lelaki dan minta maaf” dengan gaya seperti ngerapp deok Hwa berkata
“Ayolah, Paman ayo!” Goblin
menggunakan kekuatannya, Deok Hwa tiba-tiba terikat. ((Hahahah… Ngakak gueh))
Di
kesempatan lain Goblin pamit akan pergi ke toko sudut kota, Malaikat Maut pamit
mau ngelaundry “Dry Clean Only” ((itu istilah kalau Malaikat Maut mau
bertugas)) “Semoga menyenangkan” kata
Goblin. Goblin mengikuti Malaikat Maut ke rumah Eun Tak, Malaikat Maut bertanya katanya mau ke
sudut toko, goblin membalas katanya mau ngelaundry. Malaikat Maut mengatakan
kalau Eun Tak tak ada disana, Goblin bertanya apa Malaikat Maut sudah membunuh
Eun Tak, “Ucapanmu kasar, dasar Goblin
ceroboh!” Goblin membalas kalau lebih tak sopan masuk ke rumah orang
memakai sepatu. “Malaikat Maut yang
ceroboh!” Eun tak tak ada disana, Eun Tak sudah pindah. Goblin terus
mendesak kalau Malaikat Maut sedang mencari Eun Tak. Malaikat Maut bertanya
dimana Eun Tak.
Eun Tak ada
di restoran tempatnya bekerja, ia tidur disana, Eun tak bimbang tentang Goblin,
tak bisa tidur. Ia kemudian mencari hantu yang mengganggu dirinya tempo hari.
Hantu itu datang melempar batu.
Eun Tak mengajak hantu itu bicara, dan bertanya
tentang Pengantin Goblin. Hantu itu gagap dan mengatakan kalau ia diberi tahu
Hantu Peramal pinggiran kota. Eun Tak menemuinya,
Hantu
Peramal berceria tentang masa lalu Eun Tak, (BTW hantu peramal ini saudaranya
peramalnya Sunny, soalnya mirip sama yang di fotonya Peramal Sunny) Peramal
bercerita kalau ibu Eun Tak berbaring hampir mati di malam bersalju, dan Goblin
datang menolongnya. Ibu Eun Tak hidup kembali, dan Malaikat Maut datang
terlambat. Lalu Eun Tak sadar kalau Goblinlah kunci kehidupannya, Goblin telah
menyelamatkan Eun Tak dan Ibunya. Eun Tak mengatakan kalau ia sedang marah,
Peramal mengatakan kalau Eun Tak harus menikah dengan Goblin, Hantu baju putih
malah mengajak Eun Tak pergi dengannya ke alam baka. Dari kejauhan Goblin melihat Eun Tak,
Bibi Eun Tak
pergi ke Restoran tempat Eun Tak bekerja, dan mencari Sunny selaku Boss Eun
Tak, Bibi Eun Tak terpesona dengan kecantikan Sunny dan tidak menyangka kalau
Sunny Pemilik restoran, Bibi menanyakan kenapa mempekerjakan keponakan
tersayangnya, Sunny mengelak kalau Eun Tak sepertinya tak disayang. Bibi Eun Tak
mengatakan kalau harusnya Sunny sopan pada yang lebih tua, Tapi kata Sunny ia
tak suka pada orang yang bicara tidak sopan dan menyuruh Bibi Eun Tak sopan.
Sunny mengatakan kalau mungkin Eun Tak ada di sekolah, tapi kata Bibi Eun Tak,
ia telah menelepon sekolah berkali-kali.
Sunny berjalan menuju telepon dan menelepon seseorang, menyuruh datang
ke restorannya karena ia diganggu wanita, "kau kan dulu suka memukul orang" (biar dikira nelpon preman mungkin),
Bibi Eun Tak takut dan pergi, ternyata yang ditelpon Sunny hanya teman
wanitanya,
Bibi Eun Tak
pulang kerumah dihadang Rentenir minta membayar hutang, Bibi menyuruh Rentenir
untuk minta pada eun Tak.
Sepulang sekolah sepupu Eun Tak mengirimkan chat dan
ingin pinjam uang Eun Tak, Eun Tak melarikan diri.
Rentenir menemui Eun Tak di
sekolahnya, Dan menculik Eun Tak. Mereka memebawa Eun tak dengan mobil.
Goblin dan
Malaikat maut sedang menikmati makan malam mereka, Goblin bertanya dari mana
Malaikat maut dapat uang, Malaikat Maut menjawab kalau ia menabung, hasil dari
menerima uang setelah pemakaman seseorang, Malaikat Maut mengatakan kalau
Goblin harus pergi dari rumah itu, Goblin menyindir ia punya banyak Uang dan
emas, Malaikat Maut
melemparkan merica tapi ditangkap Goblin, Mereka mulai bertengkar menerbangkan
piring-piring ke jendela. Goblin tertawa lebar mengatakan kalua piring itu
piring yang digunakan Raja Louis ke 14.
Eun Tak di mobil dengan penculik, mereka menggeledah tas Eun tak. Mencari
buku Rekening Eun Tak, Eun Tak melihat supirnya menyalakan api (ia berfikir
memanggil Goblin) Ia dimarahi oleh supir.
Disaat bersamaan Goblin dan Malaikat Maut sedang bertengkar menerbangkan
pisau dan garpu ((Ihh serem)) Goblin langsung menjatuhkan garpu dan pisau yang beterbangan dengan tiba-tiba, seperti teringat sesuatu, "Hei, kau mau berkelahi sungguhan?" kata Malaikat Maut,
Eun Tak mengatakan
pada penculik Bibinya yang memegang buku rekening, Penculik mengatakan kalua ia
berbohong. Eun Tak menundukkan kepala dan Tanda Lahir Goblin bersinar. Penculik
mencekik Eun Tak. Eun Tak memohon menghentikan mobil. Tiba-tiba supir berhenti
karena melihat sesuatu yang aneh.
Anehnya, Lampu jalan mulai mati satu-persatu, Eun Tak terlihat takut. Dari kejauhan terlihat dua
orang lelaki berjalan dengan santai.
Merekalah Goblin dan Malaikat Maut…
(BTW lagunya pas banget....)
Komentar:
Dan muncul juga Sunny
di Episode ini, Cantik hingga membuat bibi terpesona. Episode ini juga banyak
menampilkan persahabatan Goblin dan Malaikat Maut, meskipun mereka sering saling
mengejek dan bertengkar, Tapi jujur aku suka sama Bromance ini…
Enak kali ya kalau
kita ingin manggil seseorang pake niup lilin. Tapi sayangnya hanya Eun Tak yang
bisa melakukannya. Teh Penghilang Ingatan juga keren, tapi dimana coba bisa
dapet teh begituan heheheh…
Aku merasa, perasaan Goblin
mulai muncul pada Eun Tak, lihat saja dia begitu menunggu Eun Tak sampe ganti
baju dan cari gaya segala membuat Malaikat Maut geram dengan tingkah Goblin.
Aku juga suka dengan
sikap usil Deok Hwa, ia begitu blak-blakan dan tingkahnya membuat ketawa, sampe
ngerapp gitu nyuruh Goblin jadi lelaki dengan minta maaf, hahahah, mungkin
karakter ini memang diciptakan crewet kekekeke… Yook Sung Jae pantes dengan
karakter ini, begitu bersemangat, dia juga punya baby face, jadi kayak muda selamanya, hahahah...
BTW diakhir episode,
kedua bromance muncul dengan keren, di tengah kegelapan, hanya ada mereka
berdua menuju Eun Tak untuk menyelamatkannya udah kayak Pahlawan di film-film action barat… Kekeke… Theme songnya juga pas...
Bersambung...
>>> Sinopsis Goblin Episode 3 part 1















































Komentar
Posting Komentar